151 paja dilantik…

Presiden Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa tidak akan ada satu resep atau satu model yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa dan negara dengan cepat sekaligus dan tuntas.
Menurutnya, harus ada prioritas, kesabaran, kesungguhan, keteguhan sikap dalam menyelesaikannya. Selain itu dibutuhkan kearifan dan sikap profesional untuk secara bertahan, satu demi satu, menangani persoalan itu.
Presiden mengemukakan hal itu selaku inspektur upacara pada acara Prasetia Perwira TNI dan Polri (Praspa) di halaman Istana Merdeka, Kamis (13/12) pagi.
Praspa adalah upacara pelantikan dengan pengambilan sumpah para perwira lulusan akademi TNI dan Polri (Akmil, AAL, AAU, Akpol). Tahun ini dilantik 875 perwira yang terdiri dari 295 perwira TNI AD, 223 TNI AL, 151 TNI AU dan 206 dari Polri.

Megawati mengingatkan bahwa dalam perjalanan sejarah nasional belum pernah Indonesia dihadang cobaan yang luar biasa beratnya seperti tahun-tahun belakangan ini. Di masa lalu cobaan timbul karena buah dari ulah kita sendiri.

Saat ini bukan hanya masalah seperti itu, tetapi masalah baru juga timbul karena banyak kekeliruan kita dalam mengelola harapan yang kita bangun dan ketidaksabaran kita untuk mewujudkannya.
”Sering kita temui, upaya pemecahan yang kita tempuh, kemudian malah menimbulkan masalah baru yang tidak kalah peliknya dari masalah awal yang justru ingin kita selesaikan,” tegas Presiden.
Terlepas dari itu semua, itulah kenyataan yang kini dihadapi Indonesia. Satu masalah berkait dengan masalah lain, yang lama atau pun baru.

Kesalahan Pengabdian
Presiden juga mengingatkan bahwa ada kekurangan, kekhilafan, dan kesalahan dalam pengabdian TNI dan Kepolisian selama ini. Namun semua itu tidak mengurangi, apalagi menghapus catatan pengabdian tersebut.
Ia menambahkan, tradisi perjuangan TNI dan Polri bersama-sama seluruh lapisan rakyat menjaga tegak dan utuhnya negara dan bangsa Indonesia.

”Kita sadar sesadar-sadarnya bahwa memang ada kekurangan, kekhilafan dan bahkan kesalahan dalam pengabdian selama ini.”
Presiden menekankan pula, ”Saya yakin, sebagian besar di antara kita, untuk tidak mengatakan semuanya, sesungguhnya juga sangat memaklumi hal itu. Kita semua adalah saksi utama pengabdian itu. Akhir-akhir ini pun di tengah upaya penataan kembali kehidupan nasional kita, khususnya dalam mempertahankan keutuhan negara kesatuan dan kehidupan kebangsaan yang seakan sedang di tengah cobaan berat ini kita berharap pengabdian itu akan terus berlanjut.” (sumber :sinar harapan,jakarta, 13 desember 2001)

Pos ini dipublikasikan di seputar pamungkas 01 dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s